Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya melegalkan sarjana non kependidikan untuk
menjadi guru profesional.
>>loh kok gitu??. padahal dia saja tak pnya keahlian di bidang pendidikan bagaimana dia bs jd seorang guru yg profesional ??
Ke depan sarjana lulusan
di luar FKIP itu bersaing dengan sarjana yang empat tahun mengenyam kuliah
kependidikan.
>>jadi apa gunanya sarjana yg lulusan FKIP bneran jika yg non FKIP saja bs utk jd seorg guru ??. yaudahlah sesuai jurusan msing2 aja ..
Kebijakan membuka akses
bagi sarjana non kependidikan untuk menjadi guru ini tertuang dalam
Permendikbud 87/2013 tentang PPG.
>>guru profesional yg dr FKIP saja pendidikan di indonesia blm sejahtera eh malah yg dr non FKIP mau jd guru jg..
Sarjana dari fakultas
non FKIP itu bebas mengajar mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga
SMA/sederajat.
>>yang lulusan FKIP saja kadang kesulitan untuk mengajar apalagi yg dr no FKIP..
Sarjana non kependidikan
juga diwajibkan mengikuti saringan masuk PPG selayaknya sarjana kependidikan.
>>jd apa yg mmbedakan mrk toh pluang utk msk nya jg sama ??
Meskipun aksesnya dibuka
setara dengan lulusan FKIP, sarjana non kependidikan wajib mengikuti dan lulus
program matrikulasi dulu sebelum PPG
Sedangkan untuk sarjana
FKIP yang linier atau sesuai dengan matapelajaran yang bakal diampu, tidak
perlu mengikuti program matrikulasi itu.
>>yaiyalah kan yg FKIP udah ad bekal untuk mendidik ...
Khusus untuk sarjana
yang bakal mengajar di jenjang SMP dan SMA/sederajat, tidak ada perlakukan
berbeda bagi lulusan kependidikan non PPG.
>>loh kok begitu ??. kan jelas beda dong ..
Setujukah kamu Sarjana
Non Kependidikan Menjadi Guru di pedalaman?
>>jelas tidak lah. sarjana kependidikan saja masih kurang mampu mengatasi permasalahan pendidikan yg d pedalaman apalagi sarjana yg bkn lulusan kependidikan.
"Guru adalah profesi khusus. Mestinya pendidikannya juga khusus dalam waktu yang cukup"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar